Kabarmedis – Berjalan tanpa alas kaki di atas rumput atau tanah kerap dianggap punya manfaat lebih dari sekadar membuat tubuh rileks. Belakangan, praktik yang dikenal sebagai grounding atau earthing ini juga dikaitkan dengan peningkatan daya tahan tubuh. Klaimnya terdengar menarik, tetapi apakah ada bukti medis yang benar-benar mendukungnya?
Grounding dan Sistem Imun: Apa Kata Penelitian?
Grounding dilakukan dengan menyentuhkan kulit secara langsung ke permukaan bumi, misalnya rumput, tanah, atau pasir. Sebagian orang meyakini aktivitas ini dapat membantu mengurangi peradangan, memperbaiki kualitas tidur, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh.
Namun, manfaat tersebut belum bisa dianggap sebagai fakta medis yang sudah mapan.
dr. Widya Eka Nugraha, MSiMed, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, menjelaskan bahwa kontak langsung dengan permukaan bumi dapat memengaruhi potensial listrik tubuh. Meski demikian, perubahan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa sistem imun menjadi lebih kuat.
Sejumlah penelitian awal memang meneliti hubungan grounding dengan stres oksidatif, peradangan, nyeri, dan kualitas tidur. Masalahnya, bukti yang tersedia masih terbatas. Ukuran sampel penelitian yang kecil dan hasil yang belum konsisten membuat manfaatnya belum dapat dipastikan.
Dengan kata lain, apakah jalan nyeker bisa meningkatkan imun masih menjadi pertanyaan yang membutuhkan penelitian lebih kuat.
Baca juga: HP Nempel 24 Jam, Otak Terancam? Fakta Radiasi yang Sering Disalahpahami
Tubuh Punya Sistem Pertahanan yang Jauh Lebih Kompleks
Sistem imun tidak bekerja hanya melalui satu mekanisme. Saat virus masuk ke tubuh, sistem kekebalan bawaan akan merespons terlebih dahulu. Interferon dan berbagai sitokin membantu mengatur respons tersebut, sementara sel natural killer dan makrofag turut berperan dalam menghadapi ancaman infeksi.
Selanjutnya, sistem imun adaptif melibatkan limfosit B yang menghasilkan antibodi serta limfosit T yang membantu mengendalikan respons kekebalan dan menangani sel terinfeksi.
Karena melibatkan banyak komponen, klaim peningkatan imunitas perlu dibuktikan melalui penelitian yang terukur. Hingga kini, belum tersedia bukti klinis berkualitas tinggi yang memastikan manfaat grounding untuk daya tahan tubuh atau membuktikan bahwa berjalan tanpa alas kaki dapat mencegah infeksi virus.
Aman Tidak Berjalan Tanpa Alas Kaki?
Pada dasarnya, berjalan nyeker boleh dilakukan jika permukaannya aman dan kondisi kaki memungkinkan. Beraktivitas di taman juga bisa menjadi kesempatan untuk bergerak, menikmati udara terbuka, dan melepas penat.
Akan tetapi, manfaat relaksasi dari aktivitas tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti bahwa grounding meningkatkan kekebalan tubuh.
Ada hal lain yang perlu diperhatikan. Berjalan tanpa alas kaki di permukaan yang tidak dikenal berisiko menyebabkan luka, tertusuk benda tajam, atau terpapar kotoran. Orang dengan diabetes, gangguan saraf pada kaki, maupun luka terbuka perlu lebih berhati-hati dan sebaiknya mengikuti saran tenaga kesehatan.
Untuk menjaga daya tahan tubuh, langkah yang lebih dapat diandalkan meliputi tidur cukup, pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik teratur, vaksinasi sesuai anjuran, serta menjaga kebersihan tangan.
Mitos & Fakta
Jangan Sampai Tren Kesehatan Mengalahkan Bukti Medis
Grounding boleh menjadi pilihan aktivitas santai, tetapi jangan menjadikannya pengganti pengobatan atau langkah pencegahan penyakit yang sudah terbukti. Sampai ada penelitian yang lebih kuat, klaim bahwa jalan nyeker mampu meningkatkan imunitas masih perlu disikapi dengan hati-hati.
Menjalani hidup sehat tidak harus mengikuti setiap tren yang viral. Yang terpenting, pahami manfaatnya, kenali risikonya, dan jangan mudah menganggap klaim kesehatan sebagai fakta sebelum ada bukti yang memadai.
Baca juga: Mitos Paha Besar dan Panjang Umur: Ada Fakta Medis, Ada Salah Kaprah


